News Update :

Sabtu, 27 Oktober 2012

Persita

Berdiri: 1953
Alamat: Jl. TMP Taruna (Stadion Benteng) Indonesia
Telepon: +62 (0) 21 552 5938
Faksimile: +62 (0) 21 552 5938
Ketua: Drs. H. Ismet Iskandar (Ketua Umum)
Direktur: Drs. H. Satim Sofyan (Sekretaris)
Stadion: Lebak Bulus

Sejarah Singkat Persatuan Sepakbola Indonesia Tangerang yang lebih populer dengan sebutan Persita Tangerang adalah klub sepakbola profesional milik warga Kabupaten Tangerang, Banten. Tim berjuluk Pendekar Cisadane saat ini tercatat sebagai salah satu kontestan Superliga 2008/09, kompetisi paling bergengsi di tanah air.Meski telah lahir sejak 1953, namun kiprah Persita baru mulai terlihat di pentas sepakbola nasional sejak era Liga Indonesia dimulai. Maklum saja karena tim yang pertama kali mengenakan kostum putih, kuning, dan saat ini ungu hanya tampil di level kelas dua. Tak heran jika nama Persita tidak begitu setenar Persija Jakarta, PSM Makassar, dan tim papan atas lainnya.  Prestasi terbaik Persita di era kompetisi profesional dicapai pada musim kompetisi 2002 ketika tampil sebagai runner-up. Kala itu, skuad tim yang dibesut pelatih Benny Dollo yang saat ini menjadi asitek timnas Indonesia, dikalahkan Persik Kediri yang tampil sebagai juara. Pasang surut prestasi pun dialami tim "Plat Merah" ini selama tampil di Liga Indonesia yang digulirkan sejak musim kompetisi 1994/95. Di mana Persita pernah turun ke divisi satu pada musim 1998/99. Namun, hanya semusim di kasta kedua kompetisi sepakbola nasional, Persita kembali promosi ke divisi utama dengan status juara divisi satu.

Prestasi Liga Indonesia

1994/95: Peringkat ke-8 Wilayah Barat 
1995/96: Babak 12 Besar 
1996/97: Peringkat ke-5 Wilayah Barat 
1997/98: Kompetisi dihentikan
1998/99: Degradasi ke Divisi I  
2000: Juara Divisi I  (Promosi ke Divisi Utama)
2001: Babak Delapan Besar  
2002: Runner-up 
2003: Peringkat ke-3  
2004: Peringkat ke-8 
2005: Peringkat ke-8 Wilayah Barat
2006: Peringkat ke-10 Wilayah Barat  
2007: Peringkat ke-9 (Lolos ke Superliga)
2012: Runner-up (Lolos ke Liga Super Indonesia)

Senin, 22 Oktober 2012

Ledi Utomo Merapat Ke Persita

Ledi Utomo
JAKARTA - Klub peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL), Persita Tangerang akan mengandalkan para pemain muda untuk mengarungi kompetisi musim depan.
"Kami lebih memilih pemain muda sebagai skuad inti. Kami baru saja mengontrak pemain-pemain muda dari Persita Tangerang U-21, Aldi, Sukron Makmun, Saeful, dan Reki, serta pemain dari Pelita Jaya U-21, seperti Dibyo Previan Caesario dan Yogi Triana," ucap Sekretaris Persita Tangerang, Ali Subhan saat dihubungi, Selasa (16/10/2012).

Menurut Ali Subhan, sejumlah pemain berpengalaman dari sejumlah klub di Indonesia yang berminat bergabung pun belum dipastikan bisa merumput bersama Persita. Beberapa pemain berpengalaman yang mengikuti seleksi tertutup Persita adalah Ledi Utomo (PSMS Medan) dan Rendi Siregar (Sriwijaya FC).
"Kami ingin mengontrak pemain sesuai dengan kemampuan klub dan kebutuhan. Karena waktu kompetisi masih lama, kami sedang benar-benar memikirkan pemain mana yang akan direkrut. Oleh karena itu sampai saat ini kami pun belum membentuk kerangka tim. Begitu juga dengan pemain asing, kami belum mendapatkan pemain-pemain asing, namun tawaran dari sejumlah agen sudah ada," tuturnya.

Meski demikian, ujar Ali, pihaknya tetap memiliki limit waktu rekrut pemain baru hingga November 2012 dan tandatangan kontrak pun akan dilakukan pada  Desember 2012.[15 Oktober 2012].

Minggu, 21 Oktober 2012

Persita Kesulitan Masalah Finansial

Persita
Menghadapi kompetisi musim depan, manajemen Persita Tangerang seperti harus lebih bekerja keras. Terutama untuk memenuhi kebutuhan finansial skuad timnya.

Manajemen tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut harus memiliki deposit dana minimal Rp 2 miliar dan budgeting cap sebesar Rp 8 miliar. Hal tersebut merujuk pada persyaratan yang ditentukan AFC.

"Ya, kami masih berusaha untuk memenuhi finansial tersebut," ungkap Manajer Persita, Ahmed Zulfikar Iskandar, kepada wartawan, Senin (8/8).

Menurut Zulfikar, bukan pekerjaan gampang bisa menyediakan dana sebesar itu. Pihaknya harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan dana yang dipatok oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). "Karena ini sifatnya wajib, maka mau tidak mau, kami harus berusaha memenuhinya," tandasnya.

Ya, jika kubu tim Ungu tidak mampu menyediakan dana seperti yang ditentukan, maka bisa jadi tim kebanggaan Laskar Benteng Viola (LBV) akan absen dalam kompetisi musim depan. "Kalau syarat yang lain, seperti legal, PT (Perseroan Terbatas) kami sudah siap. Tinggal finansialnya saja yang bikin pusing," akunya.

Selanjutnya, sambil mencari dana, manajemen Pendekar Cisadane mulai mengevaluasi skuad timnya. Manajemen berencana akan mengurangi jumlah pemainnya. Alhasil, dari 30 pemain yang dimiliki, rencananya akan disisakan 25 pemain. "Sekitar 5 pemain yang akan kami coret," ungkapnya.

Hanya saja, pria yang akrab disapa Rully tersebut, enggan membeberkan lima pemain yang bakal didepak. "Nanti saja, kami beri tahu. Siapa saja mereka yang akan kami coret," tuturnya.

Ditanya apakah Persita akan mencari pengganti 5 pemain yang didepak, Rully mengatakan, pihaknya akan mencari pemain pengganti. Namun, Rully menyambutnya dengan melakukan perekrutan pemain muda potensial.

"Untuk skuad inti, kami akan mempertahankan komposisi kemarin. Kalau untuk pengganti lima pemain, kami mencari yang muda saja. Tapi yang potensial," pungkasnya.[10 Agustus 2011].

Tangerang Wolves Incar Luis Edmundo

Persita
Kapten Persita Tangerang, Luis Edmundo, mendapat banyak tawaran bergabung dari beberapa klub Indonesia. Salah satunya adalah klub yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI), yaitu Tangerang Wolves (TW).

Klub ini dikabarkan sedang gencar membujuk Luis Edmundo agar keluar dari tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut.TW berniat untuk mendapatkan Luis karena pelatih Paulo Camargo ingin merombak skuadnya di putaran kedua LPI mendatang.

Melalui asistennya Deca de Santos, pria asal Brazil itu mengatakan, pada putaran kedua nanti, akan dilakukan perombakan di beberapa lini. Dan lini belakang adalah salah satu lini yang akan dirombak.

Sementara itu, Luis Edmundo menyatakan bahwa masalah transfer dirinya adalah urusan manajemen, meskipun dia sebenarnya masih ingin bertahan di Persita. “Sebenarnya saya masih berharap terus di sini (Persita). Tapi, saya tidak tahu apa pendapat manajemen. Jika masih membutuhkan tenaga saya, maka saya akan prioritaskan Persita,” ujar Luis seperti dikutip situs resmi TW.

Sekadar informasi, TW menggelar Latihan perdana setelah libur panjang kompetisi LPI di Stadion Benteng (25/ 07). Latihan yang dipimpin langsung oleh pelatih TW Paulo Camargo ini belum dihadiri Bomber wolves Wallace da Silva dan Kurniwan Dwi Yulianto. Yang menarik perhatian dalam latihan tersebut adalah hadirnya Mantan striker timnas Indonesia Ilham Jaya Kesuma dan kiper Persib Bandung Tema Mursadat. Kedua pemain tersebut adalah pemain Persita.

Selain itu pemain Persita lainya juga bergabung dalam latihan tersebut. Hadirnya pemain-pemain persita dalam latihan TW ini mengundang pertanyaan, apakah ini indikasi persita dan Tangerang Wolves akan melakukan merger? Constantinus Awe selaku manajer TW mengatakan pada Wolvesnews belum ada kontrak dengan mereka (pemain persita), kalau mereka cocok dan sesuai kebutuhan tim baru akan kita kontrak.

Status Ilham Jk sendiri adalah bebas transfer karena musim kompetisi yang diikuti Persita tangerang sudah berakhir. Salah satu pemain yang dinanti kehadirannya adalah kapten Persita Luiz Edmundo yang diminati Paulo Camargo.[4 Agustus 2011].

Cari Solusi Pendanaan, Persita Akan Kumpulkan Stakeholder

Persita
Persita Tangerang menyatakan kesiapannya untuk ikut mengarungi kompetisi profesional yang rencananya digulirkan 8 Oktober mendatang.

"Kami sudah melayangkan surat pernyataan keikutsertaan kepada PSSI tadi (kemarin) siang. Surat ini kami akan lanjutkan dengan langkah-langkah konkret lainnya seperti kesiapan dokumen untuk memenuhi lima aspek yang ditentukan," terang GM Persita, Eka Wibayu, kepada Bola.net, di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/8).

Menurut Eka, kecuali finansial, dari semua aspek yang ditentukan, Persita sudah dapat dipenuhinya. Yakni Legal, Infrastruktur, Supporting, serta Administrasi dan Personal.

"Ya, sekarang tinggal memenuhi deposito sebesar Rp 2 miliar," sambungnya.

"Dalam waktu dekat ini, kami akan mengumpulkan seluruh stakeholder sepak bola di Tangerang. Kami berharap ada solusi untuk mengatasi masalah ini," katanya.

Lebih lanjut dirinya berharap, ada solusi jangka panjang dari para stake holder. Sebab, Persita sudah tidak dapat menyusu dari APBD lagi.

"Kami sangat berharap para stakeholder bisa mencarikan sumber dana. Misalnya, turut membantu kami mencarikan sponsor," tutur Eka.

Selama ini, meskipun di Tangerang terdapat ratusan perusahaan, pihaknya kesulitan mendapatkan sponsorship.

"Mudah-mudahan dengan bersatunya para stakeholder, Persita bisa menggaet sponsor," tandasnya.[12 Agustus 2011].

Persita Siap Penuhi Syarat PSSI

Persita
TANGERANG - Persita Tangerang siap mengikuti kompetisi baru yang akan digelar PSSI. Saat ini kesiapan Pendekar Cisadane - julukan Persita - untuk tampil di kompetisi musim 2011/2012 tengah dimatangkan.

Jujur sebenarnya kita mendukung niatan PSSI untuk membentuk kompetisi profesional Sebagai salah satu klub yang telah mendapat pengalaman untuk membentuk tim profesional sejak tampil di ISI. (2008, red) berupaya agar ini bisa jadi kenyataan musim depan," terang Eka Wibayu. general manajer Persita Dia mengatakan saat ini tengah mematangkan konsep sesuai 5 aspek yang disyaratkan oleh PSSI untuk bisa ambil bagian dalam proses verifikasi. Apalagi ke 5 aspek itu, yakni legal, finansial, sporting, SDM dan infrastruktur sebenarnya sudah dipenuhi Persita.

"Saat ini yang sedang kita bahas secara intern soal ketentuan dalam hal finansial dimana tiap tim harus menyetor deposit berupa bank garansi kepada PSSI untuk keikutsertaan di kompetisi selama 3 tahun." tambah Ahmed Rully Zulfikar Iskandar, manajer tim Persita.

Namun, untuk memenuhi ketentuan ini. Persita lebih dulu akan melakukan komunikasi dengan PSSI.[7 Agustus 2011].

Selasa, 16 Oktober 2012

Persita Sulit Pertahankan Skuad

Rencana Persita Tangerang mempertahankan komposisi tim sepertinya sulit terjadi. Pasalnya, komposisi skuad tim berjuluk Pendekar Cisadane sudah kocar-kacir seiring dengan berakhirnya kontrak mereka.

Sejumlah pemain dikabarkan sudah bergabung dengan klub pilihannya masing-masing. M Agus Salim misalnya, dikabarkan sudah menaruh satu kakinya di Pelita Jaya Karawang. Sedangkan wing bek kawakan, Dedi Mulyadi, memilih Tangerang Wolves sebagai pelabuhan.

Pemerhati sepak bola Tangerang, Jalal Jalil menilai, fenomena hengkangnya pemain tim Ungu ke sejumlah klub sangat wajar. Sebab, selain membutuhkan pengalaman, seorang pemain juga ingin mendapatkan jaminan kesejahteraan dari klub yang dibelanya.

Seperti Agus Salim, lanjut Jalal, dia adalah pemain potensial. Buktinya, Agus Salim berkembang dengan cepat setelah tiga musim bersama Persita. Tapi, jika Agus Salim masih tetap bertahan di tim Ungu, pengalaman dan kemampuannya sulit berkembang.

"Karena itu, menurut saya keputusan tepat pindah ke Pelita Jaya. Dia akan mendapat banyak pengalaman karena Pelita bermain di kompetisi level tertinggi," ujarnya kepada Bola.net, Minggu (14/8).

Kemudian, kabar hengkangnya Dedi Mulyadi ke Tangerang Wolves juga keputusan tidak salah. Pasalnya, seorang pemain senior seperti dia membutuhkan kesejahteraan sebagai pemain.

"Kalau Dedi, mungkin sudah tidak berpikir karir. Maklum, karena usia," tuturnya.

Urusan kesejahteraan pemain di Persita, memang jauh dari kata cukup. Itu karena, gaji pemain di tim kebanggaan Laskar Benteng Viola (LBV) kerap tersendat. Bahkan, hingga saat ini masih ada tiga bulan gaji pemain yang belum dibayar.[22 Agustus 2011].

Persita Tak Risaukan Hengkangnya Sejumlah Pilar

Persita Tangerang ternyata sudah mengetahui kalau sejumlah penggawanya berencana hengkang. Meski demikian, pengurus dan manajemen tim berjuluk Pendekar Cisadane mengaku tidak bisa mencegah karena pemain sudah tidak lagi terikat kontrak.

"Kami tahu, siapa saja pemain yang sudah merapat ke tim lain. Bukan hanya M Agus Salim dan Dedi Mulyadi. Firdaus Ramadan juga," ungkap General Manajer Persita, Eka Wibayu, kepada Bola.net, Rabu (17/8).

Ya, M Agus Salim dan Dedi Mulyadi dikabarkan akan meninggalkan Persita. Agus Salim memilih bergabung dengan Pelita Jaya, sedangkan Dedi merapat ke klub Liga Primer Indonesia (LPI), Tangerang Wolves.

"Firdaus juga mau ke Pelita Jaya," sambung Eka.

Namun, lanjut Eka, Agus Salim dan Firdaus belum resmi berkostum Pelita Jaya. Demikian dengan Dedi Mulyadi belum resmi mengenakan kostum tim berjuluk Serigala Benteng. Oleh karenanya, Eka mengaku, pihaknya tidak risau. Artinya, masih ada kemungkinan tiga pilar Persita itu akan kembali ke markasnya.

"Kami terus menjalin komunikasi dengan mereka untuk memantau perkembangan. Sebab, yang kami ketahui mereka belum meneken kontrak. Berarti kami masih punya peluang memboyong mereka ke sini (Persita Red) lagi," ungkapnya.

Eka mengakui, keinginan Agus Salim dan kawan-kawan hengkang karena Persita belum memberikan kepastian terkait masa depannya. Itu karena, lanjutnya, pihaknya masih sibuk menyiapkan amunisi untuk menghadapi kompetisi profesional tahun ini.

Menurut Eka, Agus Salim, Dedi Mulyadi, Firdaus Ramadan dan sejumlah pemain inti Persita lainnya, berencana masih dipertahankan. Sebab, kualitas para pemain tersebut dinilai tidak mengecewakan.

"Seperti yang kami katakan sebelumnya, komposisi tim Persita sudah ideal dan tidak perlu dirombak," pungkasnya.[22 Agustus 2011].

Timnas Indonesia Siap Tempur


Menjelang laga Leg kedua melawan Turkmenistan dalam laga Pra Piala Dunia Zona Asia 2014, Firman Utina dkk dalam kondisi siap tempur.
Hal itu disampaikan oleh Fisioterapi Timnas Indonesia, Mathias Ibo usai menemani Timnas berlatih di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa, 26 Juli 2011.

"Kondisinya sudah lebih bagus dibanding pertandingan lalu. 90 persen kondisi para pemain siap tempur," ujar Ibo.

Meski sejumlah pemain masih mengalami gangguan, namun Ibo menilai secara keseluruhan para pemain Timnas siap tampil. "Roby (ada masalah) engkel sedikit, tapi nggak ada masalah. Semua siap dimainkan termasuk Irfan (Bachdim)," ujar Ibo.

"(Kondisi) Hamka sudah bagus, sudah sembuh dan sudah bisa bermain kembali. Tidak ada treatment khusus," lanjut Ibo.
Ibo pun menambahkan dua hari jelang laga, porsi latihan yang diberikan tidak terlalu berat. Ini demi menjaga kebugaran para pemain dan menghindari cedera terjadi saat latihan.

Sementara itu, Asisten Pelatih, Rahmad Darmawan menambahkan pihaknya berharap para pemain dapat menjaga kebugaran fisik. "Secara umum semua pemain sudah siap. Kebugaran pemain sudah membaik, dan mudah-mudah dapat dipertahankan hingga pertandingan nanti," ujar mantan pelatih Sriwijaya FC ini.
Tetap waspada
Rahmad meminta para pemainnya untuk tidak anggap remeh kekuatan tim Turkmenistan. Terlebih di leg pertama, kekuatan tim lawan tidak terlalu kelihatan di leg pertama akibat buruknya lapangan.

"Kami akan menyiapkan bentuk permainan yang harus menyeimbangkan antara lini pertahanan dan lini depan. Karena lawan tentu sangat termotivasi mengejutkan di lapangan," ujar Rahmad.

"Kesempatan memanfaatkan lapangan yang baik (di SUGBK) tidak hanya memberikan keuntungan buat kami saja, lawan juga memiliki kesempatan bermain bagus di lapangan yang bagus," lanjut Rahmad.[27 Juli 2011].

Modal Besar Timnas Garuda


JAKARTA - Bermain imbang 1-1 di kandang Turkmenistan (23/7) menjadi modal berharga bagi timnas Indonesia. Skuad Merah Putih hanya butuh hasil imbang 0-0 saat giliran menjamu Turkmenistan pada babak penyisihan grup putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia di Gelora Bung Karno, Jakarta, malam ini (siaran langsung SCTV pukul 19.00 WIB).

Skor kacamata akan mengantar Indonesia lolos ke putaran ketiga. Namun, bukan itu yang dituju. Timnas mematok target menang untuk memberi hiburan kepada pendukungnya.

Stamina para penggawa timnas lebih baik dibanding ketika melawat ke Ashgabat. Skuad Merah Putih pun lebih komplet dengan pulihnya beberapa pemain yang cedera. Sebut saja Hamka Hamzah dan Irfan Bachdim yang tak dibawa serta ke Ashgabat.

Penampilan timnas senior dalam beberapa pertandingan kandang terakhir cukup mengesankan Meski gagal menjadi juara Piala AFF 2010, Firman Utina dkk tidak pernah kalah saat main di kandang. "Kita harus menang dan lolos ke babak selanjutnya," tegas pelatih timnas Wim Rijsbergen saat konferensi pers di Jakarta kemarin. "Dengan suporter yang memadati stadion, saya yakin itu akan memotivasi pemain untuk meraih kemenangan," lanjutnya.

Mantan pemain timnas Belanda itu mengatakan, kemenangan adalah harga mati bagi Indonesia. Kesempatan main di kandang tidak boleh disia-siakan. Dukungan penuh suporter dan kondisi tim yang kondusif menjadi modal penting bagi Indonesia.

"Kami akan berusaha mengontrol Turkmenistan. Tidak harus langsung main cepat dari awal awal pertandingan. Tim juga tidak akan terlalu memperagakan permainan terbuka. Kami akan memanfaatkan kesempatan serangan balik dan tidak cepat kebobolan seperti pada pertandingan di Ashgabat lalu," kata Wim.

Pelatih yang pernah menangangani timnas Trindid & Tobago itu mengungkapkan, anak asuhnya belum tampil maksimal pada laga pertama di kandang Turkmenistan. Hal itu karena buruknya lapangan di Ashgabat. Wim yakin, ketika bermain di lapangan yang bagus, pasukannya akan tampil maksimal. Wim memberi sinyal tidak akan melakukan banyak perubahan. Skuad yang tampil pada laga pertama masih dinilai sebagai yang terbaik.

"Pertandingan leg kedua pasti akan lebih seru karena saya yakin Turkmenistan juga pasti akan bermain lebih baik di lapangan yang lebih bagus dari yang mereka punya. Tapi, kami yakin bisa lebih baik dari mereka," katanya.

Kapten timnas Firman Utina mengatakan, seluruh pemain sudah bertekad mempersembahkan kemenanangan untuk suporter Indonesia. "Para pemain sangat bersemangat untuk melakoni pertandingan besok malam (malam ini, Red). Kami siap mempersembahkan kemenangan untuk masyarakat Indonesia," ujar pemain Sriwijaya FC.

Firman mengakui, permainan timnas Indonesia tidak sesuai harapan pada laga pertama di Ashgabat. Penguasaan bola di lini tengah tidak maksimal. Hal itu karena kondisi lapangan yang rusak. "Di Ashgabat kita tidak mau ambil risiko. Bola lebih banyak langsung diarahkan ke depan. Itu sesuai instruksi pelatih. Untuk besok (hari ini, Red) kami tentu akan bermain beda," ujar pemain terbaik Piala AFF 2010 itu. (ali/ca)

Perkiraan Pemain
Indonesia (4-4-2): 12-Ferry Rotinsulu (g); 2-M. Nasuha, 4-Ricardo Salampessy, 23-Hamka Hamzah, 3-Zulkifli Syukur; 6-M. Ridwan, 15-Firman Utina, 18-Ahmad Bustomi, 19-M. Ilham; 7-Boaz Solossa, 9-Cristian Gonzales
Pelatih: Wim Rijsbergen

Turkmenistan (4-4-2): 16-Shamiradov Maksatmyrat (g); 3-Gochguly Gochgulyyev, 5-Maksim Belyh, 15-Nazar Choliyev, 19-Murad Hamrayev; 23-David Sarkisov, 21-Guvanch Hangeldiyev, 12-Bahtiyar Hojaahmedov, 22-Guvanch Abylov; 11-Mamedaly Karadanov, 17-Arslanmyrat Amanov
Pelatih: Yazguly Hojageldiyev
Stadion: Gelora Bung Karno, Jakarta.[27 Juli 2011].

Modal Besar Timnas Garuda


JAKARTA - Bermain imbang 1-1 di kandang Turkmenistan (23/7) menjadi modal berharga bagi timnas Indonesia. Skuad Merah Putih hanya butuh hasil imbang 0-0 saat giliran menjamu Turkmenistan pada babak penyisihan grup putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia di Gelora Bung Karno, Jakarta, malam ini (siaran langsung SCTV pukul 19.00 WIB).

Skor kacamata akan mengantar Indonesia lolos ke putaran ketiga. Namun, bukan itu yang dituju. Timnas mematok target menang untuk memberi hiburan kepada pendukungnya.

Stamina para penggawa timnas lebih baik dibanding ketika melawat ke Ashgabat. Skuad Merah Putih pun lebih komplet dengan pulihnya beberapa pemain yang cedera. Sebut saja Hamka Hamzah dan Irfan Bachdim yang tak dibawa serta ke Ashgabat.

Penampilan timnas senior dalam beberapa pertandingan kandang terakhir cukup mengesankan Meski gagal menjadi juara Piala AFF 2010, Firman Utina dkk tidak pernah kalah saat main di kandang. "Kita harus menang dan lolos ke babak selanjutnya," tegas pelatih timnas Wim Rijsbergen saat konferensi pers di Jakarta kemarin. "Dengan suporter yang memadati stadion, saya yakin itu akan memotivasi pemain untuk meraih kemenangan," lanjutnya.

Mantan pemain timnas Belanda itu mengatakan, kemenangan adalah harga mati bagi Indonesia. Kesempatan main di kandang tidak boleh disia-siakan. Dukungan penuh suporter dan kondisi tim yang kondusif menjadi modal penting bagi Indonesia.

"Kami akan berusaha mengontrol Turkmenistan. Tidak harus langsung main cepat dari awal awal pertandingan. Tim juga tidak akan terlalu memperagakan permainan terbuka. Kami akan memanfaatkan kesempatan serangan balik dan tidak cepat kebobolan seperti pada pertandingan di Ashgabat lalu," kata Wim.

Pelatih yang pernah menangangani timnas Trindid & Tobago itu mengungkapkan, anak asuhnya belum tampil maksimal pada laga pertama di kandang Turkmenistan. Hal itu karena buruknya lapangan di Ashgabat. Wim yakin, ketika bermain di lapangan yang bagus, pasukannya akan tampil maksimal. Wim memberi sinyal tidak akan melakukan banyak perubahan. Skuad yang tampil pada laga pertama masih dinilai sebagai yang terbaik.

"Pertandingan leg kedua pasti akan lebih seru karena saya yakin Turkmenistan juga pasti akan bermain lebih baik di lapangan yang lebih bagus dari yang mereka punya. Tapi, kami yakin bisa lebih baik dari mereka," katanya.

Kapten timnas Firman Utina mengatakan, seluruh pemain sudah bertekad mempersembahkan kemenanangan untuk suporter Indonesia. "Para pemain sangat bersemangat untuk melakoni pertandingan besok malam (malam ini, Red). Kami siap mempersembahkan kemenangan untuk masyarakat Indonesia," ujar pemain Sriwijaya FC.

Firman mengakui, permainan timnas tidak sesuai harapan pada laga pertama di Ashgabat. Penguasaan bola di lini tengah tidak maksimal. Hal itu karena kondisi lapangan yang rusak. "Di Ashgabat kita tidak mau ambil risiko. Bola lebih banyak langsung diarahkan ke depan. Itu sesuai instruksi pelatih. Untuk besok (hari ini, Red) kami tentu akan bermain beda," ujar pemain terbaik Piala AFF 2010 itu. (ali/ca)

Perkiraan Pemain
Indonesia (4-4-2): 12-Ferry Rotinsulu (g); 2-M. Nasuha, 4-Ricardo Salampessy, 23-Hamka Hamzah, 3-Zulkifli Syukur; 6-M. Ridwan, 15-Firman Utina, 18-Ahmad Bustomi, 19-M. Ilham; 7-Boaz Solossa, 9-Cristian Gonzales
Pelatih: Wim Rijsbergen

Turkmenistan (4-4-2): 16-Shamiradov Maksatmyrat (g); 3-Gochguly Gochgulyyev, 5-Maksim Belyh, 15-Nazar Choliyev, 19-Murad Hamrayev; 23-David Sarkisov, 21-Guvanch Hangeldiyev, 12-Bahtiyar Hojaahmedov, 22-Guvanch Abylov; 11-Mamedaly Karadanov, 17-Arslanmyrat Amanov
Pelatih: Yazguly Hojageldiyev
Stadion: Gelora Bung Karno, Jakarta.

Timnas Indonesia Akan Hadapi Mantan Pelatih Cristiano Ronaldo


JAKARTA- Iran jadi unggulan pertama yang difavoritkan lolos ke fase putaran kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2014. Kekuatan tim Negeri Mullah ini patut diwaspadai Timnas Indonesia dengan melihat keseriusan Iran mempersiapkan tim sebelum terjun ke kualifikasi Piala Dunia Brasil.

Keseriusan Iran bisa dilihat dari usaha mereka mendatangkan pelatih berkelas dunia. Tidak tanggung- tanggung, Iran mengontrak mantan pelatih timnas Portugal yang juga pernah menangani Real Madrid, Carlos Queiroz, pada Februari 2010 lalu.

Quieroz, 58, juga pernah menjadi asisten pelatih manajer kawakan Manchester United Sir Alex Ferguson. Pelatih yang menangani Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2010 itu terikat kontrak tiga tahun bersama timnas Iran. Ia menjadi pelatih pertama non Iran sejak Iran ditinggalkan pelatih asal Kroasia, Branko Ivankovic, pada 2006.

"Saya berada di Iran untuk membantu tim ini ke Piala Dunia 2014. Itu adalah tujuan terbesar saya. Saya berharap setiap orang bisa membantu saya mewujudkan itu. Saya tahu harapan besar masyarakat Iran," kata Quieroz dilansir soccerway.

Dengan segudang pengalaman yang dimiliki, Quieroz pun optimistis mampu membawa Iran lolos ke Brasil. "Setelah bekerja di tempat berbeda, saya punya kesempatan bagus adaptasi di Iran. Saya seperti bermimpi bekerja di bulan," katanya.

Ancaman dari Iran tidak hanya datang dari pelatih yang pengalaman tapi juga postur pemain Iran yang lebih besar dibanding pemain-pemain timnas Indonesia. Namun sekecil apapun kesempatan itu, Indonesia masih memiliki peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Timnas Indonesia Senior yang akan tampil di Pra Piala Dunia tersebut akan memulai latihan pada 4 Agustus mendatang, dan akan ditangani pelatih kepala Wim Rijsbergen dengan dibantu Listiadi sebagai asisten pelatih.[31 Juli 2011].

Timnas Indonesia Satu Grup Dengan Iran


RIO DE JANEIRO, (PRLM).- Timnas Indonesia akan bertemu lawan berat Iran di Grup-E Zona Asia (AFC) kualifikasi Piala Dunia 2014. Kepastian itu diperoleh berdasarkan hasil undian pembagian grup kualifikasi Piala Dunia 2014 di Rio de Janeiro Brasil, Sabtu malam waktu setempat.

Sejauh ini rekor Indonesia menghadapi Iran adalah satu kali imbang dan dua kali kalah. Sementara lawan berat lainnya, Bahrain sudah dua kali dikalahkan Indonesia.

Dari grup ini, Iran merupakan tim yang sudah dua kali lolos ke putaran final Piala Dunia. Mereka melaju ke putaran final Piala Dunia 1978 di Argntina dan kemudian kembali melaju ke putaran final 1998 di Prancis. Pada dua kesempatan itu, Iran gagal lolos dari penyisihan grup.

Menurut ketentuan FIFA, dua tim teratas dari lima grup Zona Asia berhak lolos ke babak berikutnya. Ke-10 tim yang lolos kemudian akan dibagi dalam dua grup, masing-masing terdiri dari lima tim.

Dua tim peringkat teratas masing-masing grup berhak lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 di Brasil. Sedangkan dua tim peringkat ketiga babak akhir Zona Asia tersebut kemudian meainkan play-off lawan peringkat ke-5 Zona Amerika Selatan (Conmebol).

Hasil undian grup kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia sbb:
Grup A: Cina, Jordania, Irak, Singapura
Grup B: Korea Selatan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Lebanon
Grup C: Jepang, Uzbekistan, Suriah, Korea Utara
Grup D: Australia, Saudi Arabia, Oman, Thailand
Grup E: Iran, Qatar, Bahrain, Indonesia. (A-26).
[31 Juli 2011].

Indonesia siapkan pertandingan uji coba


Timnas Indonesia menyiapkan setidaknya satu pertandingan uji coba sebelum memulai pertandingan putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2014.
Koordinator timnas Indonesia Bob Hippy mengatakan para pemain mulai kembali berkumpul untuk menjalani pelatihan pada 4 Agustus mendatang.
Berita terkait
Timnas andalkan umpan pendek dan cepat
Timnas harapkan dukungan penonton Indonesia
Menang 2-1 dari Malaysia, Indonesia gagal meraih Piala AFF 2010
Link terkait
Topik terkait
Sepakbola
"Dengan Malaysia kalau tidak salah pada 10 Agustus di dalam negeri setelah itu juga direncanakan dengan Australia karena mereka menawarkan diri juga," kata Bob Hippy.
Sejauh ini memang belum ada rencana untuk menggelar pertandingan persahabatan dengan tim-tim dari wilayah Asia Barat atau Timur Tengah karena memang waktu latihan yang sempit.
"Waktu latihannya sangat sedikit hanya sebulan persis, kita sudah kehilangan dua atau tiga hari ini tidak latihan," lanjut Hippy.
Bob Hippi melihat peluang Indonesia untuk bisa lolos dari grup ini masih terbuka meskipun tidak gampang.
Indonesia sendiri berada di unggulan terbawah dalam grup E zona Asia yang berisikan Iran, Bahrain, dan Qatar.
"Saya kira seimbang ya kecuali Qatar yang mempunyai banyak pemain naturalisasi," kata Bob.
"Pokoknya kita di kandang jangan sampai kalah karena kita seimbang tinggal persiapannya saja," tegas Bob.
Runner Up bagus

Terhadang bulan Ramadhan dikhawatirkan latihan timnas Indonesia tidak maksimal.
Namun, pemerhati sepak bola Tommy Welly menilai jika Indonesia bisa mengimbangi Qatar dan Bahrain saja dalam grup ini maka prestasi itu sudah cukup bagus.
Tommy menilai Iran yang yang saat ini berada di peringkat ke-54 dunia dan nomor empat di Asia masih terlalu tangguh untuk Indonesia.
Sementara Bahrain dinilai punya prestasi bagus pada tahun 2006. Mereka hampir menjadi wakil Asia kelima sebelum kalah dari Trinidad & Tobago di babak play off.
Sedangkan Qatar yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 prestasi terakhirnya adalah masuk babak perempat final Piala Asia 2011.
"Sebetulnya kita berada di putaran tiga untuk saat ini adalah sesuatu yang maksimal," kata Tommy.
"Kalau kita bisa mengimbangi Bahrain dan Qatar saja itu berarti ada kemajuan, kalau Iran itu kan unggulan dan dilatih Carlos Queroz mantan asisten Sir Alex Fergusson."
"Pasti persoalannya adalah bagaimana menyusun sebuah program yang mau tidak mau akan terganggu oleh ibadah puasa yang dijalani oleh sebagian pemain. Artinya secara fisik para pemain tidak akan siap menjalani latihan berat," lanjut Tommy.
Lebaran di Iran
"...secara fisik para pemain tidak akan siap menjalani latihan berat"
Tommy Welly
Dalam persiapan menuju pertandingan putaran ketiga kualifikasi Pra-Piala Dunia kali ini, Tommy juga menilai persiapan selama bulan Agustus tidak akan maksimal.
Indonesia sendiri sebenarnya pernah bertemu dengan tim-tim yang berada di grup ini.
Menghadapi Qatar, Indonesia pernah meraih kemenangan 2-1 pada pertandingan penyisihan grup di putaran final Piala Asia tahun 2004.
Sementara Bahrain pernah dikalahkan Indonesia pada pertandingan penyisihan grup di putaran final Piala Asia 2007 di Jakarta juga dengan hasil 2-1.
Sedangkan pertemuan terakhir dengan Iran terjadi pada tahun 1984 lalu di ajang kualifikasi Piala Asia.
Timnas Indonesia akan mengawali pertandingan pertamanya di grup ini pada tanggal 2 September.
"Itu berarti mereka lebaran di Iran dan Insya Allah untuk negara mereka mau berkorban," kata Bob Hippy.[31 Juli 2011].

Pemain Naturalisasi Gabung Timnas U-23 Tunggu Izin Klub


BATU - Mengenai kepastian tiga pemain naturalisasi, masing-masing Diego Michiels, Joey Suk, dan Ruben Wuarbanaran untuk bergabung ke skuad Timnas Indonesia U-23 hingga kini masih menunggu izin dari klub yang bersangkutan.

Dikutip Surya.co.id, Minggu (31/7/2011) Pelatih Kepala Timnas U-23, Rahmad Dharmawan (RD) menuturkan selain tiga pemain ini, tim pelatih juga berencana memanggil dua pemain naturalisasi lagi, yaitu Zainal Hak dan Syamsir Alam.

Seperti diketahui, seleksi timnas U-23 yang dipusatkan di Agro Kusuma Hotel Batu ini diikuti 42 pemain. Setelah lima hari mengikuti seleksi di Kota Batu, para pemain yang lolos untuk memperkuat timnas U-23 akhirnya diumumkan. Dari 24 nama yang terjaring tersebut, ada enam nama yang berasal dari Jawa Timur.

Dengan terpilihnya 24 pemain ini, berarti ada 18 pemain yang tidak lolos seleksi. Ada empat faktor yang menyebabkan 18 pemain tersebut terdepak. Di antaranya teknik individu dan visi pemain yang masih lemah, serta kerja sama tim yang tidak optimal.

Mereka yang sudah dinyatakan lolos seleksi, ke-24 pemain itu juga belum bisa bernafas lega. Tim pelatih akan memantau perkembangan kualitas permainan mereka sebelum bertanding pada SEA Games November nanti.

Pelatih akan menerapkan sistem promosi dan degradasi. “Artinya, akan ada pemain yang harus didepak dan diganti dengan pemain lainnya sampai akhirnya terseleksi 22 pemain. Kami hanya bisa mendaftarkan 22 pemain saja,” terang Rahmad Dharmawan di Batu, Sabtu (30/7/2011).

Sedangkan enam pemain U-23 yang saat ini masih bergabung di timnas senior (Kurnia Meiga, Egi Melgiansyah, Gunawan Dwicahyo, Ferdinand Sinaga, Octovianus Maniani dan Irfan Bachdim, red) otomatis akan memperkuat tim Merah Putih di SEA Games nanti.

“Untuk pemain yang sudah bergabung di timnas senior, mereka nanti akan bergabung setelah proses Pra Kualifikasi Piala Dunia berakhir pada September nanti,” ungkap pria yang kini menangani Persija itu.

Asisten pelatih Timnas Indonesia, Aji Santoso menambahkan, semua pemain yang lolos seleksi tahap pertama dan pemain yang diberi kesempatan mengikuti seleksi susulan, akan berkumpul lagi di Batu mulai, 3 Agustus nanti. Bagi pemain yang sudah lolos seleksi tahap pertama, tim pelatih langsung memberikan materi lanjutan. Di antaranya, pemahaman organisasi permainan dan metode permainan.[31 Juli 2011].

Benny Dolo Optimistis Indonesia Akan Lolos


Jakarta - Mantan pelatih tim nasional, Benny Dollo, yakin tim sepak bola nasional Indonesia bisa lolos ke putaran keempat Pra Piala Dunia 2014 zona Asia. Benny menilai Boaz Solossa dan kawan-kawannya bisa bersaing dengan pemain Iran, Qatar, dan Bahrain. "Tim-tim itu bukan tim luar biasa, saya optimistis Indonesia bisa bersaing asal persiapannya bagus," kata Benny di Jakarta, saat dihubungi Minggu, 31 Juli 2011.

Hasil undian Sabtu lalu menempatkan Indonesia di Grup E bersama dengan Iran, Qatar, dan Bahrain. Benny menilai di antara tiga tim itu, Iran merupakan tim yang paling kuat karena timnya cukup solid. "Tapi dari pengalaman saya, Indonesia masih bisa berbicara jika berhadapan dengan Iran," kata pelatih tahun itu.

Menjelang pertandingan Pra Piala Dunia, menurut Benny, sebaiknya ada uji coba tanding melawan negara lain. Karena dengan uji coba itu, lanjut dia, hasil latihan yang sudah dilakukan bisa dinilai. "Tanpa uji coba, sulit mengukur hasil latihan," kata Benny.

Menanggapi adanya rencana uji coba tim nasional Indonesia melawan juara AFF 2010 Malaysia, Benny menilai pilihan itu tepat. "Untuk langkah awal, bagus. Tapi, lebih baik uji cobanya lawan negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Oman, atau negara Uni Emirat Arab lain," katanya.

Menurutnya, tipe permainan negara-negara Timur Tengah itu hampir sama. Yang terpenting, lanjut Benny, persiapan harus segera dimulai sejak awal Agustus ini. Karena latihan persiapan tidak bisa mendadakan. "Minimal sebulan," katanya.[31 Juli 2011].

Timnas Indonesia akan Uji Coba Melawan Malaysia dan Australia


Anggota Komite Eksekutif PSSI Bidang Koordinator Timnas, Bob Hippy, mengungkapkan, tim nasional sepak bola Pra-Piala Dunia 2014 Indonesia akan melakukan uji coba melawan timnas Malaysia dan Australia.

"Lawan Malaysia akan dilaksanakan pada 10 Agustus nanti. Sementara lawan Australia, kami memiliki MOU (memorandum of understanding) dengan mereka. Nanti malam atau Senin (1/8/2011), saya akan menelepon Federasi Australia," jelas Bob saat dihubungi Kompas.com, Minggu (31/7/2011).

Uji Coba Timnas Indonesia akan melawan Malaysia dan Australia Agustus 2011Bob memastikan laga uji coba melawan Australia akan digelar di Indonesia. "Karena puasa, makanya rugi kalau bertanding di luar. Mending waktunya lebih baik dipakai untuk latihan. Australia janji bertanding di mana saja," beber Bob.

Kedua uji coba ini merupakan bagian dari persiapan Firman Utina dan kawan-kawan tampil di putaran ketiga PPD. Di babak kualifikasi grup, Indonesia berada di Grup E bersama Iran, Qatar, dan Bahrain pada lanjutan Pra-Piala Dunia 2014.

Pada pertandingan pertama, Firman Utina dan kawan-kawan lebih dulu akan bertandang ke Iran pada 2 September nanti. Saat ini, timnas tengah diliburkan dan akan mulai berlatih lagi pada 4 Agustus.[1 Agustus 2011].

Timnas Indonesia akan Uji Coba Melawan Malaysia dan Australia


Anggota Komite Eksekutif PSSI Bidang Koordinator Timnas Indonesia, Bob Hippy, mengungkapkan, tim nasional sepak bola Pra-Piala Dunia 2014 Indonesia akan melakukan uji coba melawan timnas Malaysia dan Australia.

"Lawan Malaysia akan dilaksanakan pada 10 Agustus nanti. Sementara lawan Australia, kami memiliki MOU (memorandum of understanding) dengan mereka. Nanti malam atau Senin (1/8/2011), saya akan menelepon Federasi Australia," jelas Bob saat dihubungi Kompas.com, Minggu (31/7/2011).

Uji Coba Timnas Indonesia akan melawan Malaysia dan Australia Agustus 2011Bob memastikan laga uji coba melawan Australia akan digelar di Indonesia. "Karena puasa, makanya rugi kalau bertanding di luar. Mending waktunya lebih baik dipakai untuk latihan. Australia janji bertanding di mana saja," beber Bob.

Kedua uji coba ini merupakan bagian dari persiapan Firman Utina dan kawan-kawan tampil di putaran ketiga PPD. Di babak kualifikasi grup, Indonesia berada di Grup E bersama Iran, Qatar, dan Bahrain pada lanjutan Pra-Piala Dunia 2014.

Pada pertandingan pertama, Firman Utina dan kawan-kawan lebih dulu akan bertandang ke Iran pada 2 September nanti. Saat ini, Timnas Indonesia tengah diliburkan dan akan mulai berlatih lagi pada 4 Agustus.[2 Agustus 2011].

SUGBK Tolak Timnas Indonesia


Jakarta - Tim nasional senior terancam tidak bisa berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada laga kualifikasi Piala Dunia 2014 bulan depan. Stadion kebanggaan Indonesia itu akan ditutup dengan alasan renovasi.

Firman Utina dkk akan menjamu Bahrain pada partai kandang pertama diputaran tiga PD 2014, 6 September mendatang, tapi kemungkinan besar tim 'Merah Putih' tidak bisa menggunakan rumah yang terkenal angker, SUGBK.

Yayasan Gelora Bung Karno selaku pengurus SUGBK rencananya akan merenovasi stadion berkapasitas 88 ribu orang itu untuk persiapan jelang SEA Games 2011 November mendatang. Tapi pihak PSSI siap melobi untuk tetap bisa menggelar partai itu di Jakarta.

"Nanti akan dibicarakan dengan pihak Gelora (yayasan GBK) untuk kemungkinan itu," ujar ketua umum PSSI, Johar Arifin Husein pada wartawan, Selasa (2/8/2011).

"Setelah undian kemarin kami tiba-tiba mendapatkan jadwal akan ada renovasi. Tapi kami akan usahakan tetap bermain di Jakarta," jelasnya.

Johar juga masih belum memikirkan untuk memindahkan laga kandang ke stadion lain, atau diluar Jakarta.

"Kemungkinan besar kami tetap di Jakarta, kasihan kalau lawan (pergi) jauh-jauh," canda Johar.[2 Agustus 2011].

Akhirnya Dua Pemain Naturalisasi Resmi Jadi WNI

Jakarta - Akhirnya dua pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Ruben Wuarbanaran dan Diego Michiels, memiliki peluang berlaga dengan timnas setelah keduanya sudah resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Kedua pemain itu kabarnya sudah diambil sumpah oleh Kementerian Hukum dan HAM hari Rabu kemarin (3/8/2011), dan hal itu dibenarkan oleh deputi bidang teknis Badan Tim Nasional, Iman Arif.

"Tadi pagi (Rabu) mereka sudah disumpah manjadi WNI," ujar Iman singkat.

Dengan kepastian ini, Ruben dan Diego akan segera bergabung dengan Timnas Indonesia U23 di Batu, Malang, untuk mengikuti seleksi susulan dalam persiapan tim menuju SEA Games XXVI/2011.

Peluang Ruben dan Diego untuk memperkuat baik timnas U23 maupun tim senior terbuka lebar, karena nama mereka sudah masuk kedalam daftar seleksi yang dikeluarkan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (satlak PRIMA) jelang SEAG, apalagi mereka sudah mengikuti program character building di Pusdikpassus, Batujajar, Bandung, bersama anggota tim U23 yang lain.

Resminya kedua pemain muda ini membuat total pemain naturalisasi Indonesia menjadi empat orang, setelah sebelumnya Christian Gonzales dan Kim Jeffrey Kurniawan lebih dulu memiliki paspor Indonesia.

Selain pengambilan sumpah yang dihadiri pula oleh Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, kedua pemain keturunan itu juga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan melafalkan Pancasila.

Selamat bergabung di Timnas Indonesia Ruben dan Diego! Berikan yang terbaik untuk bangsamu.

Ujicoba Timnas Indonesia vs Malaysia Batal

Jakarta - Ujicoba yang akan dilakoni Indonesia melawan tim nasional Malaysia dipastikan batal. Indonesia sejauh ini masih menjajaki negara lain sebagai lawan ujicoba.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia akan menghadapi Malaysia pada 14 Agustus mendatang. Laga ini merupakan persiapan tim "Garuda" menjelang Pra-Piala Dunia 2014 menghadapi Iran dan Bahrain pada awal September mendatang.

Namun pertandingan yang sedianya digelar di Malaysia itu dipastikan batal. "Mereka yang membatalkannya. Surat pembatalan kami terima hari ini," kata koordinator bidang timnas PSSI Bob Hippy saat dihubungi detikSport, Kamis (4/8/2011) sore WIB.

"Dalam suratnya mereka mengatakan sangat menyesal dengan keputusan ini. Mereka mengatakan alasannya 'menemukan sesuatu kondisi di luar kemampuan mereka'. Malaysia juga sudah minta maaf ke AFC atas pembatalan ini," lugas pria yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI itu.

Saat ini Indonesia masih belum memiliki jadwal yang fixed untuk laga ujicoba pada bulan ini. Salah satu negara yang tengah dijajaki sebagai alternatif adalah Australia.

"Ini dari sekjen tengah mengirim surat ke berbagai negara. Untuk Australia masih dijajaki. Kita juga sudah minta bantuan lewat kedubes Australia di Jakarta untuk menghubungi mereka," kata Bob.

Untuk tawaran ujicoba, Bob menjelaskan sejauh ini baru satu yang masuk ke meja PSSI yakni dari Korea Utara. "Dengan Korut, sekarang masih negosiasi fee. Jika sepakat, mungkin laga itu kita gelar antara 15 hingga 18 Agustus," lugas mantan pemain nasional Indonesia tersebut.

Bob mengatakan bahwa timnas mengagendakan setidaknya dua kali ujicoba untuk mempersiapkan diri menghadapi Iran dan Bahrain. Ia menambahkan bahwa Indonesia hanya mencari yang memungkinkan tim "Merah Putih" bermain di kandang, atau jika harus melawat ke negara yang tak terlalu jauh.

"Sebelumnya kami ada tawaran dari Oman tapi bermain di sana, jadi kami tolak. Jika kami sanggupi, kami bisa rugi empat hingga lima hari," kata Bob.[4 Agustus 2011].

Inilah Pemain Timnas U-23 yang Lolos Seleksi

Setelah enam hari mengikuti seleksi timnas U-23 di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (30/7/2011) siang jajaran pelatih langsung menentukan siapa saja pemain yang lolos seleksi.

Pemain U-23 yang dinyatakan lolos seleksi di antaranya, untuk penjaga gawang adalah, Rifky Mokodompit (Persita), Andretani Adyaksa (Persija), Johan Angga kusuma (Persijap). Untuk pemain belakang, Abdurrahman (Pelita Jaya), AA.Ngurah Wahyu Trisnsjaya (Persija), Septyahadi (PSPS), Irfan Raditya (Arema), Joko Sidik (Bontang FC), Stevie Bonsapia (Persipura), Hasyim Kipuw (Persija), dan Hendro Siswanto (Persela).

Selanjutnya, untuk posisi pemain tengah Johan Juansyah (Persijap), Joko Sasongko (Pelita Jaya), Mahardika Lasut (Sriwijaya FC), Juned Hardianto Wibowo (Solo FC), Dendi Santoso (Arema), Ramdani Lestaluhu (Persija), Kim Jeffry Kurniawan (Persema), serta Zulham Zamrun (Persela). Untuk pemain depan Yongky Aribowo (Arema), Titus Bonai (Persipura), Jajang Mulyana (Sriwijaya FC), Lucas Mandowen (Persipura), dan Fauzi Rishaldi asal Persita.

Sementara yang akan mengikuti seleksi susulan beber Pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan, dalam jumpa persnya di Hotel ArgoWisata Kusuma, Kota Batu, adalah Patrick Wanggai (Persidafon), Andik Virmansyah (Persebaya), Marcelino Mandagi (Bontang FC) dan Fery Bayu Thomas (Persela 21).

"Jadi, nama-nama yang lolos itu, sudah memenuhi target para pelatih, baik dari cacatan fisik, dan lainnya. Yang dilihat itu, teknik bermain, visi bermain dan visi bermain sebagai tim. Pemain yang lolos itu, sudah sesuai dengan target kami," katanya.

Lebih lanjut Rahmad Darmawan menegaskan, bagi pemain yang saat ini bergabung di timnas senior, juga akan mengikuti seleksi susulan. Di antaranya, Kurnia Meiga, Egi Melgiansyah, Gunawan Dwicahyo, Ferdinand Sinaga, Octovianus Maniani dan Irfan Bachdim. "Itu yang akan ikut seleski susulan," katanya.[4 Agustus 2011].

SAD Indonesia Belum Raih Kemenangan Dalam Tur Ke Chile

Tim SAD Indonesia sudah merampungkan tiga kali uji coba selama menjalani tur ke Chile sejak 28 Juli lalu. Secara hasil, memang belum ada kemenangan yang diraih oleh tim asuhan pelatih Cesar Payovich Perez. Namun, banyak pengalaman berharga yang didapat oleh para pemain sebagai bekal persiapan menghadapi Pra Piala Asia U19 2012, Oktober nanti.

"Uji coba tim Indonesia SAD di Santiago, Chili benar-benar memberikan manfaat yang besar kepada para pemain. Kita mendapatkan pengalaman baru menghadapi lawan – lawan yang tangguh dengan usia di atas pemain kita," kata Demis Djamaoeddin, manajer SAD Indonesia.

Hanya berselang sehari setelah tiba di Santiago, tanggal 29 Juli 2011 tim Indonesia SAD langsung berhadapan dengan tim U20 Universidad de Catolica. Menurunkan komposisi pemain kelahiran 1993, 1994 dan 1995, tim tuan rumah sempat terkejut dengan penampilan anak-anak Indonesia SAD yang mengandalkan permainan cepat dan keras ala tim nasional Uruguay diawal pertandingan.

Tim tuan rumah bukanlah tim yang mudah ditaklukkan. Reputasi mereka sebagai tim papan atas di liga Chile memberikan bukti dan pelajaran berharga pada anak-anak Indonesia SAD. Babak pertama berakhir 1-0 untuk tuan rumah.

Memasuki babak kedua kedua tim tetap bermain dalam tempo tinggi. Tim Indonesia SAD mulai bisa menyesuaikan diri dengan cuaca dingin yang menyelimuti tempat pertandingan yang berlangsung di markas tim Universidad de Catolica dikawasan San Carlos.

Pertandingan berakhir 3-1 untuk keunggulan tuan rumah. Satu-satunya gol tim Indonesia SAD dicetak oleh Abdul Rahman Lestaluhu. Pemain bertubuh kecil dan lincah ini berhasil melewati 2 orang pemain belakang tuan rumah setelah mendapatkan umpan terobosan dari Manahati Lestusen.

Keseokan harinya, (tanggal 30 Juli 2011) Indonesia SAD kembali bertanding. Kali ini yang menjadi lawan adalah C. D. O’Higgins, klub papan tengah liga Chili.

"Satu lagi pelajaran didapat oleh anak-anak Indonesia SAD. Untuk pertama kalinya mereka bermain di lapangan sintetis. Ketika mengetahui akan bermain dilapangan sintetis sempat terlihat ada keraguan diraut wajah beberapa pemain. Suatu hal yang normal," tutur Demis yang ikut mendampingi pemain selama di Chile.

Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan C. D. O’Higgins. Indonesia SAD kali ini menurunkan kombinasi pemain yang baru tahun ini tiba di Uruguay, diapdukan dengan kakak-kakak mereka yang sudah bergabung di Uruguay lebih dari 2 tahun.

"Saya harus melakukan hal ini karena banyak pemain yang mengalami cedera dan harus kami tinggal di Uruguay untuk menjalani tahap pemulihan. Uji coba di Chili sudah kami rencanakan sejak awal dan tidak mungkin untuk membatalkannya. Gabungan pemain baru dan pemain lama ternyata menunjukkan trend yang positif," ujar Cesar Payovic Perez seusai pertandingan.

Gol Indonesia SAD diciptakan oleh pemain baru Randy Chandra dibabak kedua.

Pertandingan ketiga dilakukan tanggal 31 Juli 2011. Kali ini yang menjadi lawan adalah klub Audax Italiano. Menurut informasi yang diperoleh dari wikipedia, klub ini memiliki reputasi bagus sebagai salah satu klub yang selalu berada dipapan atas liga Chili.

Yang juga menakjubkan dari klub ini adalah stadionnya, Estadio Municipal de la Florida yang berkapasitas 12,000. Memang berukuran kecil, tapi sungguh apik. Tempat duduk penonton tersusun rapi, lapangan sintetis, stadion bersih dan eksterior stadion dicat warna warni yang memberikan kesan segar.

Pertandingan ini berakhir dengan skor imbang 0-0. Dalam pertandingan ini, Indonesia SAD sebenarnya mempunyai 3 peluang emas yang bisa menghasilkan gol. Vava Mario Yagalo, Hadi Wibowo dan Haris Tuharea masing-masing telah berhasil berhadapan dengan penjaga gawang lawan, tapi belum berhasil menceploskan bola.

"Dalam sepakbola kadang-kadang nasib bisa berkata lain," ujar Demis.

Masih ada tiga pertandingan lagi yang akan dilakukan tim Indonesia SAD. Tanggal 1 Agustus melawan Union Espanola, tanggal 2 Agustus melawan Colo Colo dan terakhir tanggal 3 Agustus melawan Universidad de Chile.[4 Agustus 2011]

Timnas Fokus Latihan Peningkatan Fisik

Cilegon - Tim nasional Indonesia Pra-Piana Dunia dijadwalkan berlatih di Stadion Krakatau Steel, Cilegon, Banten mulai hari ini, Jumat 5 Agustus hingga 28 Agustus. Menurut Asisten Pelatih Timnas, Liestiadi, timnas akan fokus pada latihan peningkatan fisik.

Peningkatan latihan fisik bisa maksimal dengan mengatur latihan, yakni dua kali sehari sore dan malam. ”Lama waktu latihan sekitar satu jam setengah,” kata Liestiadi. Dia berharap, pemain hari ini datang agar agenda latihan yang sudah ditetapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal. “Timnas hanya punya waktu satu bulan untuk konsentrasi latihan,” tegasnya.

Para pemain timnas akan diberikan latihan fisik yang disesuaikan dengan kondisi berpuasa. Ini dilakukan untuk menghormati pemain timnas yang mayoritas muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Sesi latihan rutin akan dilaksanakan sore hari dan malam hari, disesuaikan dengan suasana Ramadan. Tiap sesi dilaksanakan selama 1- 1,5 jam,” kata Liestiadi.

Menurutnya, latihan di Cilegon akan difokuskan pada taktik dan strategi. Yang penting pemain bisa bermain efektif dan efisien selama bertanding sehingga permain bisa konstan bermain selama 2 kali 45 menit dan tidak kedodoran staminanya pada menit-menit terakhir.

Sementara itu, dari data yang ada di front office Hotel Grand Mangku Putra, Cilegon, saat ini hanya baru 19 orang pemain timnas senior yang datang dan telah melakukan check in dari kemarin sampai siang hari ini. “Baru 19 orang timnas ada di hotel," kata front office Hotel Mangku Putra, Yusuf Muladi.[5 Agustus 2011]

Timnas U-19 Targetkan Empat Besar di Piala AFF

Tim nasional Indonesia U-19 menargetkan masuk empat besar pada kejuaraan internasional Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) di Myanmar, 9 September 2011.

"Insyaallah dengan usaha dan doa, saya yakin timnas U-19 ini minimal bisa meraih posisi empat besar di piala AFF nanti," kata pelatih Timnas U-19 Zulkifli Alfat saat latihan di Stadion Lampineung, Banda Aceh, Kamis.

Menurut dia, dengan waktu yang tidak lama lagi, dirinya terus menggenjot latihan anak asuhnya, sehingga nantinya mereka bisa tampil maksimal.

"Selama puasa kami tetap latihan, mengingat pelaksanaan kejuaraan tersebut berlangsung setelah seminggu lebaran," kata Zulkifli.

Untuk pagi, anak-anak berlatih fisik dan sorenya kita ajarkan teknik, shotting dan finishing bola," jelasnya.

Zulkifli menambahkan, selama latihan mereka sudah menampakkan hasil yang sangat bagus. Meskipun puasa, semangat pemain kita sangat luar biasa, sebutnya.

"Mudah-mudahan dengan semangat ini bisa menjadi modal dalam mencapai target tersebut," papar Zulkifli.

Karena itu, kata dia seminggu sebelum keberangkatan ke Myanmar semua teknik yang telah diajarkannya harus bisa diterapkan oleh para pemain.

Sementara itu, Manajer timnas U-19 Kennedy mengemukakan pihaknya akan memboyong 27 pemain ke piala AFF di Myanmar.

"Ini sudah fit, karena sebelumnya dari 43 orang yang diseleksi 27 orang yang layak untuk masuk ke dalam skuad," kata dia.

Kennedy menambahkan, pihaknya ke depan akan memusatkan latihan training center (TC) di Jakarta. Alhamdulillah untuk TC anak-anak kita akan memakai lapangan komplek Kopassus di Cijantung, Jakarta.

"Lapangan sudah oke, sekarang karena sedang acara ya kita tunggu aja sebentar," papar manajer timnas U-19 ini.

Selain itu, kata Keneddy kondisi pemain kita sangat bagus. Timnas U-19 ini merupakan tim asal Aceh, mewakili Indonesia setelah berhasil menjuarai pada Arafura Game di Darwin Australia awal 2011.[5 Agustus 2011]

Timnas Indonesia Intip Kekuatan Lawan Via Internet

JAKARTA - Punggawa anyar di level tim pelatih, Liestiadi, memiliki tugas berat. Eks guru komputer asal Medan ini berstatus mata-mata, yang harus mengidentifikasi kekuatan lawan-lawan Timnas Indonesia di putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2014, dari pelbagai sudut.

"Saya sudah mendapat tugas khusus, di luar tanggung jawab teknis di lapangan. Hasil diskusi dengan pelatih Wim, saya harus menelisik untuk menemukan beragam variabel lawan," kata Liestiadi, Kamis (4/8/2011), di Cilegon.

Beberapa item yang harus dicari oleh pria berusia 43 tahun ini dari tiga musuh, Qatar, Bahrain, dan Iran antara lain pemain bintang, starting line up terakhir, pencetak gol di laga terakhir, rata-rata waktu pergantian pemain dan di sektor mana saja, postur lawan, keunggulan individu serta tim.

Tak hanya itu, Lestiadi juga mencarai kebiasaan para pemain musuh seperti dalam mengambil arah sepakan sudut, kekuatan kaki kanan atau kiri, dan teknik melakukan set piece.

"Saya juga harus mengamati pola perubahan strategi di lapangan, serta mengantisipasinya. Saya harap tugas ini bisa selesai sebelum memasuki masa uji coba," tegas eks pelatih PSMS Medan ini.

Semua data-data musuh akan dicari melalui pelbagai cara, terutama internet. Kebetulan ia memang ahli dunia maya karena pernah berprofesi sebagai guru komputer.

"Saya akan menggunakan media online, juga youtube maupun sistem video yang lain. Kompilasi tersebut sangat penting untuk menentukan taktik kita saat menghadapi Qatar, Bahrain dan Iran, terutama kontra Iran sebagai lawan perdana yang sangat menentukan," beber Liestiadi. [5 Aug 2011].

Dua Pemain Naturalisasi Susul Latihan Timnas U-23

[5 Agustus 2011]. Dua pemain keturunan Indonesia-Belanda yang sudah dinaturalisasi dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), akan segera menyusul dalam latihan Timnas U-23 di Lapangan Agrowisata, Kota Batu, Jawa Timur.

Pelatih Kepala Timnas U-23 Rahmad Darmawan, Jumat (5/8), mengatakan, Ruben Wuarbanaran dan Diego Michiels rencananya akan menjalani seleksi bersama dengan empat pemain lainnya yang sudah dipanggil lebih dahulu, namun tidak bisa hadir pada seleksi pertama karena mengalami cedera. Keempat pemain itu, adalah Patrick Wanggai (Persidafon), Andik Virmansyah (Persebaya), Marcelino Mandagi (Bontang FC) serta Fery Bayu Thomas (Persela 21).

Rahmad mengatakan, dari empat pemain yang dipanggil, tiga di antaranya sudah hadir menjalani seleksi latihan sejak Kamis (4/8), mereka adalah Patrick Wanggai, Marcelino Mandagi serta Fery Bayu Thomas.

"Untuk dua pemain naturalisasi direncanakan akan tiba di Kota Batu pada Minggu (7/8) besok, dan mulai aktif latihan pada Senin (8/8) bersamaan dengan Andi Vermasyah yang juga datang pada Senin," kata Rahmad.

Rahmad menjelaskan, pihaknya akan tetap memberi kesempatan kepada pemain tersebut untuk menunjukkan kualitasnya, sehingga mampu lolos dalam tahap seleksi lanjutan di Lapangan Agrowisata, Kota Batu.

Sementara dalam latihan Timnas U-23 hari kedua, Rahmad memberikan materi pelatihan gabungan kepada pemain, yakni menggabungkan antara teknik dan fisik, tujuannya untuk mengembalikan kondisi pemain selama puasa.

"Setiap hari, kami akan menggelar latihan mulai pukul 16.00 WIB, hal ini untuk menyesuaikan para pemain yang sedang menjalani puasa, sementara untuk materi perlahan-lahan akan kami tambahi secara bertahap yang meliputi dari fisik dengan tetap menjaga kondisi selama puasa," kata Rahmad yang masih menjabat sebagai Pelatih Persija Jakarta tersebut.

Rully Nere: Timnas Indonesia Harus Manfaatkan Lawan

[5 Agustus 2011].Mantan pemain sepakbola nasional Indonesia era 80-an, Rully Rudolf Nere, memberikan acungan jempol kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang ingin menjadikan Selandia Baru sebagai terget ujicoba bagi tim nasional senior Indonesia. Ya, sebelum terjun dilaga putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2014, Boaz Solossa dan kawan-kawan memang direncanakan untuk melakoni sejumlah laga ujicoba yang kini tengah dipersiapkan oleh PSSI.

"PSSI harus segera mengkongkritkan langkah tersebut, sebab Selandia Baru memiliki kualitas sepakbola yang sangat baik. Banyak ilmu yang akan dapat dimanfaatkan," terangnya kepada Bola.net, Jumat (5/8).

Rully menyebutkan, apapun hasil yang didapat dari pertandingan menghadapi All Whites- julukan tim nasional Selandia Baru- akan mendatangkan rasa percaya diri yang tinggi bagi Firman Utina dan kawan-kawan. Apalagi, dilanjutkan Rully, jika mampu meraih kemenangan dari Selandia Baru, tentunya hal yang sama bisa terjadi dengan lawan-lawan yang akan dihadapi Indonesia di grup E putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2014. Di grup tersebut, Indonesia tergabung bersama Iran, Qatar dan Bahrain.

"Meski semua tim juga memiliki ambisi sama di laga tersebut, namun kemenangan atas Selandia Baru akan menjadi jembatan penting dalam kiprah Indonesia mengawali pertandingan di fase grup tersebut,” papar pria kelahiran Papua, 13 Mei 1957 tersebut.

"Meski sepakbola bukan olahraga utama di Selandia Baru, dan kalah populer dibandingkan rugby dan cricket, mereka mempunyai sistem liga yang baik. Apalagi, Selandia baru akrab dengan Piala Dunia,” pungkasnya.

Langkah Selandia baru tampil di Piala Dunia dimulai ketika berhasil menembus final pada tahun 1982. Usai itu, Selandia Baru tampil lagi di Piala Dunia 2010, namun masih dengan catatan hasil yang mengagumkan. Yakni terhenti di fase grup. Mereka menjalani tiga pertandingan dengan rekor tidak terkalahkan, tiga kali imbang melawan Italia, Paraguay, dan Slovakia. Ada progress luar biasa yang dicapai oleh persepakbolaan Selandia Baru.

Mengawali kualifikasi dari zona anak bawang Oceania, Selandia Baru menerobos putaran play-off Piala Dunia untuk menghadapi representatif Asia, Bahrain, memperebutkan satu jatah Piala Dunia yang tersisa. Ketika itu, Bahrain yang merupakan salah satu tim terkuat dari jazirah Arab berhasil mereka jungkalkan. Selandia Baru pun lolos ke Piala Dunia 2010.

Sayangnya, kala itu hasil undian yang tidak berpihak kepada mereka. Selandia Baru ditempatkan segrup dengan juara bertahan, Italia, dan peringkat kedua di penyisihan zona Amerika Selatan, Paraguay. Tim terakhir juga bukan tim lemah, Slovakia, yang menyingkirkan Polandia dan Republik Ceska.

PSSI Berencana Datangkan Timnas Selandia Baru

PSSI berencana mendatangkan timnas, Selandia Baru, untuk melakukan pertandingan uji coba melawan Timnas Merah Putih, sebelum turun di pertandingan Pra-Piala Dunia 2014 putaran tiga melawan Iran, 2 September 2011.

Koordinator timnas PSSI Bob Hippy di Jakarta, Jumat mengatakan, dipilihnya Selandia Baru karena ada peluang sebelum timnas Negeri Kiwi itu melakukan pertandingan Pra-Piala Dunia 2014.

"Komunikasi dengan Van Hattum (ketua federasi sepak bola Selandia Baru) telah kami lakukan. Mereka meminta e-mail permintaan uji coba secara resmi," katanya di Kantor PSSI Senayan, Jakarta.

Menurut dia, pertandingan uji coba melawan Selandia Baru itu merupakan pengganti uji coba melawan timnas Malaysia yang sebelumnya dibatalkan secara mendadak.

Sesuai dengan rencana, kata dia, pertandingan melawan Selandia Baru akan dilakukan pada media 10-14 Agustus ini. Hanya saja semuanya masih menunggu kejelasan dari federasi sepak bola Selandia Baru.

"Kami akan terus berupaya mencarikan lawan tanding timnas sebelum turun di Pra-Piala Dunia," ujarnya, menambahkan.

Saat ini, kata dia, pihaknya telah menjajaki rencana uji coba dengan beberapa negara yang di antaranya adalah Australia dan Korea Utara. Khusus untuk Korea saat ini terganjal masalah "match fee".

Jika negara bidikan gagal, mantan pemain tim nasional itu telah menyiapkan pertandingan uji coba alternatif yaitu melawan tim-tim lokal. Hanya saja, pihaknya belum menjelaskan secara rinci tim mana yang menjadi lawan Boaz Salossa dan kawan-kawan.

"Tim mana saja bisa. Asalkan mereka memahami kondisi timnas yang hanya ingin melakukan uji coba sebelum pertandingan resmi," kata Bob Hippy, menegaskan.

Timnas Merah Putih di bawah asuhan pelatih Wim Rijsbergen saat ini mulai menjalani pemusatan latihan sebelum turun di pertandingan resmi di Stadion Krakatau Steel di Cilegon, Banten mulai hari ini.

Dari sekitar 29 pemain yang dipanggil saat ini sudah 24 pemain yang telah bergabung. Ada lima pemain yang belum datang karena berbagai alasan yaitu Ricardo Salampessy, Oktovianus Maniani, Boaz Salossa, Ian Kabes dan Wahyu Wiji Asnanto.

"Untuk pemain asal Papua terkendala penerbangan. Tapi nanti malam sudah ada yang datang. Sedangkan Wahyu, ayahnya baru saja meninggal," ucap manager timnas Ferry Kodrat saat dihubungi dari Jakarta.

« »

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More