News Update :

Selasa, 16 Oktober 2012

Modal Besar Timnas Garuda


JAKARTA - Bermain imbang 1-1 di kandang Turkmenistan (23/7) menjadi modal berharga bagi timnas Indonesia. Skuad Merah Putih hanya butuh hasil imbang 0-0 saat giliran menjamu Turkmenistan pada babak penyisihan grup putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia di Gelora Bung Karno, Jakarta, malam ini (siaran langsung SCTV pukul 19.00 WIB).

Skor kacamata akan mengantar Indonesia lolos ke putaran ketiga. Namun, bukan itu yang dituju. Timnas mematok target menang untuk memberi hiburan kepada pendukungnya.

Stamina para penggawa timnas lebih baik dibanding ketika melawat ke Ashgabat. Skuad Merah Putih pun lebih komplet dengan pulihnya beberapa pemain yang cedera. Sebut saja Hamka Hamzah dan Irfan Bachdim yang tak dibawa serta ke Ashgabat.

Penampilan timnas senior dalam beberapa pertandingan kandang terakhir cukup mengesankan Meski gagal menjadi juara Piala AFF 2010, Firman Utina dkk tidak pernah kalah saat main di kandang. "Kita harus menang dan lolos ke babak selanjutnya," tegas pelatih timnas Wim Rijsbergen saat konferensi pers di Jakarta kemarin. "Dengan suporter yang memadati stadion, saya yakin itu akan memotivasi pemain untuk meraih kemenangan," lanjutnya.

Mantan pemain timnas Belanda itu mengatakan, kemenangan adalah harga mati bagi Indonesia. Kesempatan main di kandang tidak boleh disia-siakan. Dukungan penuh suporter dan kondisi tim yang kondusif menjadi modal penting bagi Indonesia.

"Kami akan berusaha mengontrol Turkmenistan. Tidak harus langsung main cepat dari awal awal pertandingan. Tim juga tidak akan terlalu memperagakan permainan terbuka. Kami akan memanfaatkan kesempatan serangan balik dan tidak cepat kebobolan seperti pada pertandingan di Ashgabat lalu," kata Wim.

Pelatih yang pernah menangangani timnas Trindid & Tobago itu mengungkapkan, anak asuhnya belum tampil maksimal pada laga pertama di kandang Turkmenistan. Hal itu karena buruknya lapangan di Ashgabat. Wim yakin, ketika bermain di lapangan yang bagus, pasukannya akan tampil maksimal. Wim memberi sinyal tidak akan melakukan banyak perubahan. Skuad yang tampil pada laga pertama masih dinilai sebagai yang terbaik.

"Pertandingan leg kedua pasti akan lebih seru karena saya yakin Turkmenistan juga pasti akan bermain lebih baik di lapangan yang lebih bagus dari yang mereka punya. Tapi, kami yakin bisa lebih baik dari mereka," katanya.

Kapten timnas Firman Utina mengatakan, seluruh pemain sudah bertekad mempersembahkan kemenanangan untuk suporter Indonesia. "Para pemain sangat bersemangat untuk melakoni pertandingan besok malam (malam ini, Red). Kami siap mempersembahkan kemenangan untuk masyarakat Indonesia," ujar pemain Sriwijaya FC.

Firman mengakui, permainan timnas Indonesia tidak sesuai harapan pada laga pertama di Ashgabat. Penguasaan bola di lini tengah tidak maksimal. Hal itu karena kondisi lapangan yang rusak. "Di Ashgabat kita tidak mau ambil risiko. Bola lebih banyak langsung diarahkan ke depan. Itu sesuai instruksi pelatih. Untuk besok (hari ini, Red) kami tentu akan bermain beda," ujar pemain terbaik Piala AFF 2010 itu. (ali/ca)

Perkiraan Pemain
Indonesia (4-4-2): 12-Ferry Rotinsulu (g); 2-M. Nasuha, 4-Ricardo Salampessy, 23-Hamka Hamzah, 3-Zulkifli Syukur; 6-M. Ridwan, 15-Firman Utina, 18-Ahmad Bustomi, 19-M. Ilham; 7-Boaz Solossa, 9-Cristian Gonzales
Pelatih: Wim Rijsbergen

Turkmenistan (4-4-2): 16-Shamiradov Maksatmyrat (g); 3-Gochguly Gochgulyyev, 5-Maksim Belyh, 15-Nazar Choliyev, 19-Murad Hamrayev; 23-David Sarkisov, 21-Guvanch Hangeldiyev, 12-Bahtiyar Hojaahmedov, 22-Guvanch Abylov; 11-Mamedaly Karadanov, 17-Arslanmyrat Amanov
Pelatih: Yazguly Hojageldiyev
Stadion: Gelora Bung Karno, Jakarta.[27 Juli 2011].

0 komentar:

Poskan Komentar

« »

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More