News Update :

Rabu, 09 Februari 2011

Persita Melaju Ke Final Ligina VIII ( 3Juli 2002 )

Persita Tangerang berhasil menembus final Liga Bank
Mandiri VIII setelah menekuk PSM Makassar di
semifinal, Rabu (3/7). Olinga Atangana dkk memasukkan
dua gol kemenangan tanpa balasan. Gol pertama Persita
disumbangkan oleh Olinga Atangana di menit ke-14 babak
pertama. Memanfaatkan sepak pojok Antonio Carlos de
Mello, bola atas disambut dengan sundulan kepala
Atangana dan tidak bisa diantisipasi oleh penjaga
gawang Ansar Abdullah. Dan gol kedua Persita
dimasukkan oleh Ilham Jaya Kesuma di menit ke-61 babak
kedua. Gol ini tercipta dari umpan Carlos de Mello
yang diteruskan melalui tendangan ke arah kiri gawang
PSM. Bagi Ilham, ini adalah gol ke-25 sepanjang
kompetisi dan memantapkan posisinya sebagai top skor.

Ini adalah kali pertama Persita Tangerang mampu lolos
ke final Liga Indonesia. Sukses yang tentunya
dirayakan oleh warga Tangerang khususnya dan Banten
umumnya. Pada partai final tim asuhan Benny Dollo ini
tinggal menunggu pemenang partai semifinal antara
Petrokimia Putra melawan Semen Padang, Kamis (4/7)
besok.

Dalam pertandingan yang digelar di stadion Senayan
Jakarta itu, kedua tim memiliki peluang berimbang
untuk mencetak gol. Di babak kedua, PSM yang sudah
ketinggal dua gol tek henti-hentinya menyerang
pertahanan Persita. Pelatih Syamsuddin Umar bahkan
memasukkan tiga striker yaitu Iswadi, Miro Baldo Bento
dan Coly Misrun. Namun, serangan mereka selalu kandas
di kaki pertahanan Persita yang dikoordinir oleh
pemain berpengalaman, Olinga Atangana.

Tendangan langsung dari luar kotak penalti yang sering
dilancarkan oleh Rodrigo Araya maupun Syamsul
Hairuddin juga sering digagalkan oleh kiper Ahmad
Kurniawan. Kekalahan ini diterima oleh pelatih PSM,
Syamsudin Umar. "Kami kalah karena kami memang banyak
kelemahan. Tapi, lepas dari itu, saya sangat puas
dengan permainan tim saya. Kekalahan ini kami terima
dengan besar hati," ujar pelatih tim PSM, Syamsuddin
Umar.

Justru hal mengecewakan diperlihatkan suporter PSM
yang berjumlah 10 ribu orang diantara 40 ribu
penonton. Saat timnya ketinggalan, mereka membakar
berbagai kertas atau spanduk di tribun selatan. Hal
ini memaksa mobil penyemprot air dari aparat keamanan
turun tangan.
Sementara, pelatih Persita Tangerang Benny Dollo
menyatakan, meski menang, timnya masih punya banyak
kelemahan. "Semua lini punya kelemahan. Dan repotnya
ini harus diperbaiki hanya dalam waktu dua hari," kata
Benny Dollo.

"Kalau boleh saya bilang, tim saya malah terlihat
lebih lemah dari mereka. Tim saya kurang bermain baik
dalam pertandingan ini," ujar Benny Dollo usai
pertandingan. "Ini gara-gara libur satu bulan kemarin.
Sementara saya lihat, permainan PSM itu bagus. Hanya
saja, mereka kurang beruntung dengan kekalahan ini,"
papar bekas pelatih timnas PSSI itu.

0 komentar:

Poskan Komentar

« »

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More