News Update :

Rabu, 09 Februari 2011

Persita Juara II Ligina VIII ( 8 Juli 2002 )

JAKARTA - Dewi fortuna ternyata belum memihak pada tim
Persita Tangerang. Golden goal pemain Petrokimia
Gresik Yao Eloi pada menit ke-93 telah memupuskan
harapan Persita Tangerang untuk meraih juara pada Liga
Indonesia VIII 2002. Positioning Eloi memang
benar-benar pas. Bola muntah yang gagal dikuasai kiper
Persita, A Kurniawan, langsung disambar oleh Eloi yang
baru masuk di babak kedua.

Dengan gol kedua Petrokimia tersebut, sekaligus
mengantarkan tim itu sebagai juara. Para pemain Petro
langsung berlarian merangkul pelatih Sergei Dubrovin
sementara para pemain Persita tertunduk lesu di atas
lapangan. Hujan deras yang mengguyur Gelora Bung
Karno, hanya mengantarkan anak asuhan Benny Dollo itu,
pada posisi runner up.

Pada babak pertama, Persita lebih dulu unggul pada
menit ke-1 lewat gol yang diciptakan Ilham Jayakesuma.
Umpan silang Giman Nurjaman salah diantisipasi oleh
pemain bertahan Petro, Gatot Indra. Bola muntah
langsung disambut Ilham dengan tendangan keras
memperdaya kiper Mukti Ali Raja. Gol balasan Petro
baru hadir di menit ke-73. Tendangan bebas Sasi Kirono
dimanfaatkan oleh Samuel Chelbi yang langsung
melepaskan tendangan keras ke sudut kanan gawang
Persita. Namun pada menit ke-80, wasit terpaksa
menunda pertandingan karena hujan deras yang mengguyur
Gelora Bung Karno. Skor sampai pertandingan ditunda
masih 1-1.

Hujan mulai mengguyur lapangan sejak menit ke-50.
Memasuki menit ke-75, kondisi lapangan sudah seperti
kolam ukuran raksasa. Air tergenang di hampir seluruh
lapangan. Bola tak bisa bergulir dengan sempurna dan
sungguh menyulitkan para pemain dalam mengontrol bola.
Pelatih Persita Benny Dollo sempat memprotes wasit
Purwanto karena keputusannya untuk terus memaksa
pertandingan berjalan. Akhirnya pada menit ke-80
Purwanto mengambil keputusan tepat dengan menghentikan
pertandingan.


PERTANDINGAN DILANJUTKAN
Setelah hujan reda, pertandingan final Liga Indonesia
VIII antara Persita Tangerang melawan Petrokimia
Gresik dilanjutkan kembali. Namun hingga babak II
berkahir, kedua tim tidak mampu mencebloskan gol ke
gawang lawan. Pada babak perpanjangan waktu, begitu
wasit Purwanto meniup pluit sebagai tanda pertandinagn
dimulai, kedua tim bermain sangat antusias. Kendati
kondisi lapangan belum pulih, dan masih digenagi air.

0 komentar:

Poskan Komentar

« »

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More