News Update :

Rabu, 09 Februari 2011

Persita di Awal Liga Indonesia VII ( 22 Januari 2001 )

Sial benar nasib Anthony Jomah Balla pekan lalu. Sudah dikeroyok ramai-ramai, gelandang Persita (Perserikatan Sepak Bola Indonesia Tangerang) ini justru kena kartu merah. Sebelumnya, pemain asal Liberia berusia 22 tahun ini memang melakukan pelanggaran terhadap pemain PSMS Medan. Tapi saat itu wasit tak meniup peluit dan melanjutkan pertandingan. Baru ketika bola berhenti, beberapa pemain PSMS langsung menyerbu Balla dan menghujaninya dengan pukulan. Apa boleh buat, pagi-pagi Liga Indonesia VII sudah memanen cacat dalam awal kompetisi. Tapi tuan rumah Persita beroleh hiburan yang tak kecil. Mereka berhasil menekuk PSMS dengan skor 4-0 ketika peluit terakhir dibunyikan. Ini sukses besar beruntun, karena dalam pertandingan sebelumnya tim ini juga melibas Persiraja Banda Aceh dengan skor yang sama. Dua kemenangan ini memang masih terlalu dini untuk dijadikan patokan kekuatan Persita sesungguhnya dalam musim ini. Namun, sebagai pendatang baru yang berlaga di Wilayah Barat, tim ini sudah memberikan sinyal untuk tak bisa dianggap enteng oleh tim mana pun. Sukses Persita tak bisa dilepaskan dari tangan dingin pelatih Benny Dollo. Pria ini bukan orang baru dalam panggung sepak bola nasional. Pada Ligina III, ia juga menangani Persita dan mampu membawa tim berjuluk Pendekar Cisadane ini lolos ke 12 besar. Kali ini, ia menargetkan timnya mampu masuk delapan besar karena persaingan di Wilayah Barat tidak sekeras di Timur. Meski demikian, Benny mengaku tim asuhannya belum bisa menemukan irama permainan. ?Mereka maunya main cepat terus, padahal sepak bola kan tidak selalu begitu,? kata Benny. Kelemahan Persita ini bisa dimaklumi karena sebagian pemainnya masih muda usia. Bahkan, status mereka juga masih jauh dari pemain profesional. Misalnya, striker Ilham Jayakesuma, yang mencetak gol tercepat?dalam 13 detik pertama?dalam sejarah Ligina. Pemuda berusia 22 tahun ini status resminya adalah pegawai honorer Dinas Pekerjaan Umum. Status pemain lain kurang lebih sama dengan Ilham. Tim yang lahir pada 15 September 1945 ini memang didukung penuh oleh Pemda Tangerang. Sampai saat ini Rp 1 miliar sudah dikucurkan dari APBD Tangerang. Selain itu, tim ini juga mendapat dana Rp 225 juta dari PSSI. Dana yang terkumpul ini dinilai manager tim, Satim Sofyan, masih jauh dari memadai. Tiap bulan, paling tidak diperlukan Rp 100 juta untuk katering serta gaji pelatih dan pemain. Sebetulnya, gaji pemain tak terlalu tinggi. Balla, misalnya, hanya bergaji Rp 1 juta per bulan plus fasilitas rumah kontrakan. Namun, ia mengaku cukup senang. Ketika istrinya melahirkan dan perlu operasi, dukungan dari pengurus sangat nyata. Sekalipun kondisinya masih pas-pasan, tampaknya persiapan Persita lumayan menjanjikan. Misalnya, mereka sudah punya situs resmi dengan alamat www.persita.org. Suasana tim pun cukup kompak. Tak mengherankan bila tiap kali latihan, tim ini selalu disambangi para pendukungnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

« »

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More