News Update :

Rabu, 09 Februari 2011

Pendekar Cisadane Ditumbangkan East Bengal ( 21 July 2003 )


Persatuan Sepak Bola Tangerang (Persita) harus mengubur ambisi ke semifinal Kejuaraan Antarklub ASEAN LG Cup 2003. Dalam pertandingan di Stadion Utama Gelanggang Olah Raga Bung Karno, Senin (21/7), kesebelasan yang dijuluki Pendekar Cisadane ini ditumbangkan klub East Bengal India dengan skor tipis 1-2.

Pada babak pertama, kedua tim bermain imbang. Sedangkan gol baru tercipta di babak kedua, berawal dari kaki ujung tombak East Bengal, Bhiacung Bhutia. Ketinggalan satu gol tak membuat para pemain Persita patah semangat. Pendekar Cisadane mencoba bermain lebih agresif. Apalagi, sejak pertengahan babak pertama, tempo permainan meningkat dan cenderung kasar.

Gol Persita tercipta dari titik penalti. Ini menyusul pelanggaran oleh penjaga gawang East Bengal, Shandip Shangram Mukherje, terhadap pemain Persita Muriza Edi di kotak penalti. Hadiah penalti ini dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang Persita Ilham Jaya Kusuma. Kedudukan pun berubah, 1-1.

Harapan Persita untuk memenangi pertandingan kandas setelah sebuah sundulan keras Mutum Bijen Singh merobek gawang Indra Kurniawan. Kedudukan 2-1 bagi kemenangan East Bengal tak berubah hingga peluit panjang berbunyi.

Selepas pertandingan, pelatih East Bengal, Suhbash Bohwmick mengaku tak terlalu gembira atas kemenangan tim asuhannya. Sebab, seorang pemainnya harus dirawat di rumah sakit akibat berbenturan dengan Zainal Arief. Sementara pelatih Persita Benny Dollo tak menyesal meski timnya gagal melangkah ke semifinal.

Di pertandingan kedua, Bec Tero Thailand maju ke semifinal setelah mengalahkan runner up Grup C, Hoang Anh Gia Lai, klub asal Vietnam. Gol pertama Bec Tero tercipta ketika pertandingan baru berjalan dua menit melalui tendangan penalti yang dieksekusi oleh Tiershak Chaiman. Sementara gol kedua tercipta 20 menit kemudian oleh Jatupong Tongshu. Hoang Anh Gia Lai memperkecil kekalahan melalui Le Quock Vong.

Pertandingan antara Bec Tero melawan Hoang Anh Gia Lai boleh dikatakan berlangsung keras dan cenderung kasar. Dalam pertandingan tersebut wasit sempat mengeluarkan dua kartu merah dan tiga kartu kuning. Kendati demikian, kedudukan 2-1 bagi kemenangan Bec Tero tak berubah hingga usai pertandingan.

0 komentar:

Poskan Komentar

« »

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More